Senin, 03 Juni 2013

Menunduk untuk Senyuman-Nya...

     Jangan menunggu bahagia baru kau tersenyum,,
     tetapi tersenyumlah maka kebahagiaan itu senantiasa akan mengiringi kita...

Untaian kata-kata itu mungkin bisa menggambarkan sebagian kehidupan yang Allah buat skenarionya,,

Di langit-langit kamar rasanya tidak ada ukiran yang sangat indah


Selasa, 09 April 2013

Ukiran Sebuah Keikhlasan

Dia yang begitu baik,,
Dia yang begitu ramah,,
Dia yang begitu sabar...

Mungkin itu hanya sedikit gambaran seseorang yang belum aku ketahui sosoknya dari temanku. Cerita kecil ini yang aku lihat pada seseorang (tidak bisa disebutkan namanya) di dunia nyata, sebut saja namanya Tari..

Dimulai dengan sosok Tante Nina yang begitu sayang sekali dengan keponakannya Tari. Nomor telpon pun dipencet untuk menghubungi tante Nina dan tersambung, Tari "Tante apa kabar? Kapan datang ke Jakarta?", tante Nina "Ini tante udah di Jakarta, nomor hp kamu hilang jadi tante ga bisa kabarin kamu. Gimana kuliahnya? Masih sama yang sepantaran dulu?" (nah loh aku rada siyok waktu temanku Tari cerita dipenggalan itu) hehee...Tari said "Alhamdulillah udah selesai. Udah ngga tante",. Tante Nina "Bagus lah kalau begitu. Mau tante kenalin sama orang yang kerjanya di pemerintahan ga?Orangnya baik,agamanya bagus" dan blablablablaaa.. Tari pun sedikit kaget+bingung karena tiba-tiba dihatinya ada sosok yang belum dia ketahui ketika tantenya ingin mengenalkan dengan seseorang pemerintahan itu.


Esokan harinya,, Tari berkunjung ke rumah Tante Nina...
Di ruang tamu,, Tante Nita "Coba dulu kenalan sama orang pemerintahan itu, cocok atau ngga-nya terserah nita lah itu". Tari "Iya tante, kalau untuk jadi temen dulu saja boleh kok", pada saat itu tiba-tiba Tari membuka hp-nya kemudian mengirimkan pesan singkat kepada sosok yang belum diketahuinya , pesan yang isinya seperti ingin memastikan hati Tari kepada sosok itu (aku juga bingung sih sebagai pendengarnya,tetapi aku cukup senang bisa jadi pendengarnya yang berarti Tari percaya denganku..hehee)

Rabu, 13 Maret 2013

Kehangatan Matahari

Dalam diam aku melihatnya, walaupun terkadang tidak akan nampak jelas sosok itu karena pancaran cahaya yang sangat menyilaukan...

Seolah-olah matahari itu terus-menerus memperhatikan aku di pagi sampai sore hari,
Dia selalu mengikuti kemana saja aku berjalan...
Terkadang dia memperhatikanku dibalik awan-awan, agar aku tidak menyadarinya..

Di satu hari dia pernah tidak menampakkan kehangatannya,,
Sehingga aku berfikir mungkin dia mulai lelah harus mengikuti aku atau,,
Hanya perasaanku yang merasa dia "selalu ada" untuk aku...

Sampai saat ini pun aku tidak mengerti, yang aku ketahui kehangatannya bagaikan matahari yang menyapaku di pagi hari dan mengucapkan "say good bye" di sore hari..
Hangatnya matahari itu membuat aku memutuskan suatu hal yang berarti,,
Aku yakin Allah bersamaku untuk mengajarkan aku untuk selalu bersikap IKHLAS..

Teman-temanku sering berkata "ikhlas dari ucapan itu mudah,tetapi untuk dijalankannya sulit"..
Tetapi keikhlasan itu insya Allah sudah ada dihatiku,,
Karena aku membiarkan matahari itu datang dan pergi mengikuti waktu,,
Dan ada kesenangan sesaat yang aku syukuri, aku senang ketika matahari itu menghampiriku..

Aku bersyukur hati ini bisa berjalan dengan ikhlas berkatMu,,
Wahai Dzat yang Maha Penyayang, tertanda dari hambaMu yang selalu mengulurkan tangan kepadaMu untuk bercerita..