Sabtu, 14 Januari 2017

Getaran Sosok Itu . . . . .

Tanganku tak berhenti mengeluarkan kata demi kata menjadi sebuah kalimat ,,
kalimat indah, kalimat yang menggantung ,,
kalimat yang mungkin berpola ,,
kalimat yang penuh dengan harapan . . .
Lantunan kata yang terpendam dihati kemudian ,,
masuk ke nadi-nadi yang menggerakkan tangan ini . . .


               Ada apa dengan sebuah kalimat itu ? 
               Kalimat ini punya getaran yang kuat hingga sulit dihentikan ,,
               senyumku terus mengembang sembari jari ini membuat kata demi kata. . .
               Jari jemari tak terhenti bergerak menjadikan sebuah kalimat  dalam kata ,,
               Sosok itu yang membuatku bisa mengeluarkan kata menjadi kalimat . . .


Siapa si sosok itu ?
Sosok itu begitu saja menerobos semua atmosfer dari partikel-partikel di duniaku . .
Tuturnya yang tenang, pembawaannya yang santun membuatku mengerti . . 
Kesabarannya mampu menguatkanku dalam segala hal ,,
Diamnya membuatku menghargai sosok itu . . .


               Boleh kah aku menatap sosok itu ?
               Rasa enggan menatapnya membuatku hanya meliriknya sekilas . . .
               Sosok itu jarang menatapku ketika sedang bertutur kata . . .
               Apa yang difikirkannya? Otakku mulai berfikir keras ,,
               "Apa sosok itu tak menghargaiku?" hatiku bertutur kata . . .


Sekarang aku mengerti . . .
Sosok itu  jarang menatapku karena menjagaku . . .
Sosok itu melindungiku dari kesenangan duniawi, dan siksaan akhirat ,,
sosoknya ingin menatapku lebih lama, dan bersendagurau denganku . . .
Ketika sosok itu sudah menghalalkanku sebagai ma'mumnya ,,
bersyukurku panjatkan tak hentinya, untukmu calon imamku kelak . . . . . .





By: Huriyah Sang Pena