Tanganku tak berhenti mengeluarkan kata demi kata menjadi sebuah kalimat ,,
kalimat indah, kalimat yang menggantung ,,
kalimat yang mungkin berpola ,,
kalimat yang penuh dengan harapan . . .
Lantunan kata yang terpendam dihati kemudian ,,
masuk ke nadi-nadi yang menggerakkan tangan ini . . .
Ada apa dengan sebuah kalimat itu ?
Kalimat ini punya getaran yang kuat hingga sulit dihentikan ,,
senyumku terus mengembang sembari jari ini membuat kata demi kata. . .
Jari jemari tak terhenti bergerak menjadikan sebuah kalimat dalam kata ,,
Sosok itu yang membuatku bisa mengeluarkan kata menjadi kalimat . . .
Siapa si sosok itu ?
Sosok itu begitu saja menerobos semua atmosfer dari partikel-partikel di duniaku . .
Tuturnya yang tenang, pembawaannya yang santun membuatku mengerti . .
Kesabarannya mampu menguatkanku dalam segala hal ,,
Diamnya membuatku menghargai sosok itu . . .
Boleh kah aku menatap sosok itu ?
Rasa enggan menatapnya membuatku hanya meliriknya sekilas . . .
Sosok itu jarang menatapku ketika sedang bertutur kata . . .
Apa yang difikirkannya? Otakku mulai berfikir keras ,,
"Apa sosok itu tak menghargaiku?" hatiku bertutur kata . . .
Sekarang aku mengerti . . .
Sosok itu jarang menatapku karena menjagaku . . .
Sosok itu melindungiku dari kesenangan duniawi, dan siksaan akhirat ,,
sosoknya ingin menatapku lebih lama, dan bersendagurau denganku . . .
Ketika sosok itu sudah menghalalkanku sebagai ma'mumnya ,,
bersyukurku panjatkan tak hentinya, untukmu calon imamku kelak . . . . . .
By: Huriyah Sang Pena
Tidak ada komentar:
Posting Komentar